Wednesday, December 11, 2013

Obat Diabetes Melitus

Sebelum kita masuk ke langkah pengobatan, ada baiknya kita mengetahui dulu apa sebenarnya penyakit diabetes. Karena begitu banyaknya penderita diabetes melitus ini berbagai belahan dunia dan tak luput pula di Indonesia. Bahkan penyakit diabetes ini akan menular secara garis keturunan.


Penyakit diabetes ini tidak memandang umur maupun jenis kelamin. Siapapun beresiko terkena penyakit diabetes. Apalagi struktur makanan saat ini memiliki angka glukosa dan karbohidrat yang tinggi yang kita ketahui menjadi salah satu faktor penyebab diabetes.

Perlu kita ketahui Diabetes Melitus (DM) atau sering disebut dengan kencing manis merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian dengan peringkat nomor 6 di dunia. Maka dari itu ada baiknya kita ngenal lebih dalam tentang penyakit ini.

Diabetes melitus ini merupakan penyakit yang sangat sulit untuk diobati secara total. Namun penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.

Ada banyak sekali macam-macam terapi yang ditawarkan baik secara medis maupun non medis. Begitu juga dengan obat konsumsi yang ditawarkan bebagai macam baik obat kimia maupun obat herbal. Tujuannya sama, yaitu mengontrol laju tingginya angka kadar gula dalam darah.

Pada sesi ini kami hanya mengulas seputar tentang obat diabetes melitus agar dapat menambah wawasan tentang diabetes. Selanjutnya kita akan membahas masalah terapi-terapi untuk penyakit diabetes melitus. Semoga bermanfaat.

Monday, December 9, 2013

Olahraga yang tepat untuk Penderita Diabetes

Pada kesempatan ini kami akan membahas tips berolahraga bagi penderita diabetes melitus. Karena aktifitas olahraga ini sangat dianjurkan untuk para penderita penyakit diabetes. Namun harus berhati-hati dan jangan lakukan aktivitas fisik terlalu berat atau terlalu lama. Jika terlalu berat atau terlalu lama, tubuh akan menghasilkan hormon adrenalin dan hormon-hormon lain yang akan melawan fungsi insulin. Dengan begitu, gula darah akan semakin meningkat.

Aktifitas olahraga untuk dapat mengendalikan maupun mencegah penyakit diabetes melitus tentunya harus melalui rekomendasi oleh dokter ataupun tenaga ahli. Biasanya yang direkomendasikan yaitu olahraga dengan sesi 30 menit dengan frekuensi minimal 3-4x seminggu (atau idealnya setiap hari) bagi orang dewasa dan 60 menit bagi anak-anak dan remaja.

Aktivitas dapat dibagi menjadi beberapa sesi, setiap sesi 10-15 menit. Kegiatan yang direkomendasikan adalah kegiatan yang meningkatkan pernapasan dan denyut jantung dan menyebabkan sedikit berkeringat, misalnya berjalan, berkebun, berenang, atau membersihkan rumah. Lakukan peningkatan intensitas dan lama latihan secara bertahap.

Sebagai alternatif, juga dapat dipilih sesi olah raga 3 kali seminggu masing-masing selama 20 menit dengan kegiatan yang lebih berat, misalnya jogging, berlari, kelas aerobik, dan sebagainya. Jangan lupa untuk tetap melakukan pemasanan dan pendinginan untuk mencegah cedera otot.

Berikut beberapa tips latihan untuk penderita diabetes
  1. Sebelum berlatih, ada baiknya penderita diabetes berkonsultasi dulu dengan dokter, untuk mengetahui apakah kegiatan latihan yang akan dilakukan cukup aman dan sesuai dengan keadaan fisiknya, misalnya jika pasien sudah memiliki masalah pada saraf kaki atau pembuluh darah matanya. Selain itu, dokter dapat menyesuaikan kadar obat atau insulin serta porsi makanan yang diberikan sehingga mencegah terjadinya keadaan hipoglikemik dan mencegah kemungkinan resiko lainnya.
  2. Untuk menghindari jika mendadak mengalami hipoglikemik, sebaiknya mengajak seseorang yang mengetahui bahwa Anda adalah seorang penderita diabetes dan mengetahui apa yang harus ia lakukan.
  3. Bawalah makanan kecil saat berolah raga, misalnya sekotak kismis atau permen, untuk digunakan jika mengalami hipoglikemik.
  4. Jika tidak didampingi, gunakanlah gelang atau atribut yang menunjukkan bahwa Anda adalah penderita diabetes melitus.
  5. Gunakan sepatu dan kaos kaki katun yang nyaman. Gantilah kaos kaki yang sudah basah.
  6. Setelah berolah raga, lakukan pemeriksaan pada kaki untuk mencari adanya kemerahan, lecet, luka atau kulit melepuh.
  7. Minumlah cukup air putih sebelum, selama dan setelah latihan untuk mencegah dehidrasi.
  8. Jika merasa nyeri, Segera hentikan latihan jika tiba-tiba merasakan nyeri. Jangan diabaikan.
  9. Pilihlah aktivitas yang paling di gemari sehingga dapat menjalani aktivitas tersebut dengan senang hati secara rutin. Kegiatan yang dapat dipilih misalnya berjalan, mendaki gunung, aerobik, berdansa, bersepeda, bermain basket, tenis, voli, dan lain sebagainya.
Demikian beberapa tips olahraga yang tepat untuk penderita diabetes. Semoga bermanfaat.

Sunday, December 8, 2013

Mencegah Resiko Terkena Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus dapat dicegah sedini mungkin terutama bagi orang-orang yang memiliki resiko tinggi karena memiliki riwayat penyakit keluarga. Tujuan dari pencegahan ini yaitu hanya untuk memperlambat timbulnya resiko penyakit diabetes terutama tipe 2, menjaga fungsi sel penghasil insulin di pankreas, dan mencegah atau memperlambat munculnya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Oleh karenanya, melakukan langkah-langkah pencegahan diabetes harus lebih diutamakan.

Tips-tips Pencegahan Diabetes Melitus
1. Mengetahui dan paham perihal diabetes melitus
Sangatlah penting untuk mengenal, mengetahui dan memahami apa sebenarnya diabetes itu. Setelah kita semakin akrab dengan penyakit diabetes melitus ini, barulah kita dapat memulai terapi pencegahan dengan efektif.

2. Ketahui riwayat kesehatan keluarga
Kemungkinan seseorang terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu atau lebih anggota yang menderita diabetes.

3. Bergerak aktif dan olahraga teratur
Olahraga teratur bisa membantu mencegah diabetes dengan mengontrol berat badan dan meningkatkan aliran
darah. Olahraga sangat penting terutama jika secara genetik seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi. Berolahraga setiap hari membantu menjaga berat badan yang sehat, menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas terhadap insulin.

4. Pertahankan berat badan yang sehat.
Sebagian besar orang yang didiagnosis diabetes (biasanya tipe 2) memiliki berat badan lebih. Kelebihan berat dan lemak tubuh akan meningkatkan risiko terkena diabetes. Sebanyak 80% diabetes mengalami kelebihan berat badan. Dalam sebuah penelitian menunjukkan orang dewasa yang kegemukan, mengurangi risiko diabetes mereka sebesar 16 persen untuk setiap kilogram berat badan yang hilang. Jadi, upayakan berat badan dalam kisaran normal.

5. Jaga pola makan sehat
Pedoman Asosiasi Diabetes Amerika menyarankan untuk memperbanyak asupan buah dan sayur yang beragam. Makanan berserat seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan tidak hanya mengurangi risiko diabetes dengan meningkatkan kontrol gula darah, tetapi juga menjaga berat badan ideal dengan membantu kita merasa kenyang. Selain itu, hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung asam lemak trans yang banyak digunakan pada produk olahan dan makanan cepat saji. Diet tinggi daging merah dan produk olahan serta makanan manis  dikaitkan dengan peningkatan  risiko diabetes hampir dua kali dari mereka yang makan diet sehat.

6. Hindari minuman manis
Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat, yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.

7. Lakukan pemeriksaan kesehatan
Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

8. Monitor tekanan darah secara teratur
Sekitar 73 persen orang dewasa dengan diabetes ternyata juga menderita tekanan darah tinggi.

9. Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran segar
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioflavonoid, zat warna dalam buah-buahan dan tanaman, akan merangsang produksi insulin dan menghambat glikasi atau proses pemecahan ikatan molekul glukosa dengan protein sehingga merangsang pembentukan advenced glycation end products (AGE)

10. Tidur nyenyak
Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting untuk mencegah diabetes. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.

Semoga tips dari kami ini dapat membantu mengurangi resiko terkena penyakit diabetes melitus dan mengendalikan laju peningkatan penderita diabetes melitus. Mudah-mudahan tips ini bermanfaat.